Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Penguatan karakter dan pembentukan mental siswa jadi tantangan berat di era digital

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO — Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Edi Santoso mengatakan penguatan karakter dan pembentukan mental siswa menjadi salah satu tantangan berat pada era digital. Edi yang merupakan Koordinator Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Unsoed tersebut mengatakan keberlimpahan informasi dari internet perlu dibarengi dengan penguatan karakter anak didik.

“Pada era digital ini, era internet yang terus berkembang, penguatan karakter dan pembentukan mental bagi peserta didik yang kuat kini menjadi tantangan berat bagi para guru,” katanya di Purwokerto, Rabu (11/12).

“Pada saat ini bisa dikatakan pengetahuan mudah didapat. Para siswa juga dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi dari internet, media sosial, dan lain sebagainya. Ini harus diimbangi dengan pembentukan karakter, saya menilai pembentukan karakter masih jadi tantangan berat,” katanya.

Dia menambahkan, perkembangan teknologi dan informasi harus direspons secara tepat dan cepat oleh lembaga pendidikan termasuk para guru. “Kita menghadapi dunia yang berubah secara fundamental. Dunia yang terdisrupsi adalah suatu realitas. Lembaga pendidikan, termasuk para guru di dalamnya, harus meresponsnya dengan tepat, termasuk mengintensifkan pendidikan karakter,” katanya.

Untuk mengoptimalkan program pendidikan dan penguatan karakter, siswa memerlukan dukungan regulasi, infrastuktur, dan SDM. Program ini membutuhkan peran guru di dalamnya. Guru adalah pengarah sekaligus teman para siswa untuk mencapai target pendidikan.

“Guru adalah teman diskusi, sahabat dalam mengeksplorasi pengetahuan, seni, teknologi, sekaligus pendamping dalam pembentukan karakter,” jelas Edi.

Agar peran guru dalam program penguatan mental pada era digital ini makin optimal, perlu ada dukungan kebijakan yang dibarengi dengan kesiapan para guru. “Karenanya, butuh penyegaran atas arah baru kebijakan bidang pendidikan,” katanya.

Sebelumnya, Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) Ali Rokhman mengatakan perkembangan teknologi pada era digital perlu diimbangi dengan penguatan pendidikan karakter bagi para peserta didik.

“Pendidikan karakter sangatlah penting dan menjadi salah satu tantangan pada era digital. Karena untuk generasi apapun, karakter adalah sangat penting,” ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -