Peringatan Keras, Angkatan Darat Terlarang dari Grup WhatsApp

WhatsApp.

VIVA – Militer Angkatan Darat India mengeluarkan perintah keras kepada anggotanya untuk keluar dari grup WhatsApp dan media sosial lainnya. Larangan keras ini dikeluarkan buntut dari upaya intelijen asing yang ingin mencuri informasi melalui platform media sosial tersebut. 

Dikutip dari Business Today, Kamis 11 Juli 2019, bulan lalu polisi dan intelijen militer India menggagalkan upaya mata-mata dengan menggunakan bot dan meretas sistem komputer sekitar 100 pejabat militer tersebut. 

Dalam larangan tersebut, semua perwira dan pasukan Angkatan Darat India wajib keluar dari grup WhatsApp. Termasuk keluar dari grup yang mana di dalamnya terdapat veteran Angkatan Darat.

Terkecuali anggota Angkatan Darat yang telah terverifikasi, mereka boleh tetap masuk dalam grup WhatsApp dan media sosial, namun tetap saja mereka akan diawasi dan dievaluasi secara berkala. 

Kebijakan larangan ini juga meminta anggota keluarga dan perwira Angkatan Darat untuk tidak mengumbar rincian dan informasi anggota militer yang dimaksud di media sosial.

Laporan The Indian Express menuliskan, dalam grup media sosial dan WhatsApp yang berisi perwira pun, Angkatan Darat diminta untuk tetap waspada dan hati-hati. Perwira Angkatan Darat dalam grup media sosial mereka, hanya boleh memosting pertanyaan dan hal-hal yang umum saja.

Jika ada komunikasi yang spesifik misalnya berkaitan dengan lokasi, para perwira diminta untuk berkomunikasi secara jaringan pribadi dan diminta menggunakan layanan telekomunikasi khusus militer. 

Munculnya perintah untuk keluar dari grup WhatsApp ini punya sisi yang lain. Ada kubu yang menentang bahwa kebijakan ini sangat tidak logis. 

“Bagaimana bisa mengidentifikasi tiap anggota grup WhatsApp, misalnya alumni sekolah secara personal? Ini tak logis. Tapi peringatan untuk keluar dari grup WhatsApp cukup eksplisit,” ujar salah seorang perwira dikutip dari laman The Times of India.  

Seorang perwira menjelaskan kepada laman The Indian Express, perintah larangan bermedia sosial ini dirilis untuk meredam kritik. Menurut pengakuan perwira tersebut, Angkatan Darat sejatinya percaya veteran perwira yang vokal selama ini diduga mengompori pasukan Angkatan Darat yang masih aktif.     

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Related Posts