Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Anak akan mencontoh orang-orang terdekat dalam hidupnya yakni orang tua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anak merupakan cermin dari orangtuanya. Maka untuk membesarkan anak sehingga menjadi manusia yang lebih baik dan lebih sukses, tergantung dari pola asuh yang diterapkan orangtua mereka.

Dilansir dari The health site,Pengasuhan positif adalah kuncinya. Sebab, pendekatan, pandangan, dan keputusan yang akan diambil anak-anak dalam menyesaikan masalah adalah mencontoh orangtuanya.

Termasuk pengambilan keputusan, pengejaran tujuan, penanganan stres, memahami dan mengelola emosi, anak-anak mencontoh orang terdekat mereka.

“Pandangan dunia, kepercayaan dan nilai-nilai seorang anak secara implisit dikembangkan dan dipengaruhi oleh orang tua,” kata Ilmuwan Perilaku dan Direktur Utama Sekolah Ilmu Perilaku Perilaku Jindal (JIBS), Sanjeev P Sahni dari OP Universitas Global Jindal, Senin (13/1).

Menurut Sahni, orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan anak mereka selama periode penting 0 sampai 7 tahun. Tahun-tahun pertama perkembangan anak ini sangat penting bagi kesehatan, kesejahteraan, dan lintasan keseluruhan kehidupan anak-anak dalam berbagai cara. 

“Untungnya, ada banyak hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak mereka tumbuh dan berkembang,” kata dia.

Sahni juga menekankan pada pola perilaku orang tua dan pengaruhnya pada anak-anak mereka. Perilaku ini dapat konsisten dan tidak konsisten.

“Ada efek buruk dari perilaku orang tua yang tidak konsisten pada anak-anak dan bagaimana perilaku mereka dimodelkan sebagai hasilnya,” kata Sahni.

Menurut Sahni, bisa ada hambatan komunikasi, yang juga dapat mempengaruhi kesehatan mental anak. Di rumah, anak-anak kadang-kadang terlibat dalam konflik dengan orang tua, yang tidak bisa dihindari.

“Membantu anak-anak mengembangkan keterampilan konflik yang sehat memang membutuhkan waktu dan pendekatan yang konsisten. Anak-anak selalu memperhatikan bagaimana orangtua bersikap,” katanya.

Menurut Teori Belajar Sosial, orang belajar dengan memperhatikan orang lain. Anak-anak pun melakukan hal yang sama dengan baik. Anak-anak mengulangi apa yang mereka dengar dan mereka meniru apa yang mereka lihat. 

“Untuk alasan ini, penting bagi orang tua untuk memperhatikan hal-hal yang mereka ajarkan kepada anak-anak mereka,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -