Polisi di Papua Tingkatkan Pengamanan Jelang 1 Desember

KKB Sandera 16 Guru dan Tenaga Medis di Mapenduma Papua




Jakarta
Polisi meningkatkan pengamanan di Papua jelang peringatan 1 Desember 2018. Warga juga dilarang untuk mengadakan kegiatan pada 1 Desember nanti dengan aksi yang bertentangan prinsip NKRI.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan, 1 Desember kadang diperingati beberapa oknum warga sebagai hari Malanesia. Untuk mengantisipasi aktivitas yang melanggar hukum pada 1 Desember, Polres Jayawijaya telah mempersiapkan personel keamanan di titik-titik yang dianggap rawan terjadinya pengelompokan massa.

“Kami memang sudah mempersiapkan anggota kami untuk antisipasi. Namun kami ingtkan masyarakat lebih fokus dengan perayaan Natal dari pada mengikuti kegiatan-kegiatan yang bisa merugikan diri sendiri,” kata Yan Pieter, yang dikutip Antara, Minggu (25/11/2018).

Imbauan dia itu berlaku juga kepada masyarakat yang berada di Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Nduga, yang merupakan wilayah kerja hukum Polres Jayawijaya.

“Kami sudah minimalisir dampak-dampak kejahatan, sehingga kalau ada informasi yang membutuhkan bantuan maka saya akan meminta bantuan dari Polda dan TNI untuk wilayah yang masuk tanggungjawab Polres Jayawijaya,” katanya.

Ia memastikan segera menarik kembali anggota satgas khusus yang sementara berada di Kabupaten Lanny Jaya, untuk ditempatkan di Distrik Bolakme dan Wamena, dalam rangka mengantisipasi pemanfaatan situasi 1 Desember oleh kelompok tertentu.

“Jangan coba ada kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum seperti di Tulem, dalam kota Wamena. Jangan ada kegiatan apapun (kegiatan melawan hukum) 1 Desember di Wamena,” katanya.

(rvk/asp)


Artikel ini telah tayang di detikNews

Related Posts