Polsek Dibakar karena Pengedar Sabu Tewas, Kapolda Aceh Minta Maaf

Polsek Dibakar karena Pengedar Sabu Tewas, Kapolda Aceh Minta Maaf





Aceh
Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak meminta maaf terkait tewasnya pengedar narkoba yang diduga dianiaya personel Polsek Bendahara, Aceh Tamiang. Buntut dari tewasnya AY, Mapolsek Bendahara dibakar massa.

“Saya selaku Kapolda Aceh mewakili insan Polri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh Tamiang, khususnya keluarga korban. Saya berjanji akan memproses setiap personel Polri yang terlibat dalam insiden tersebut,” kata Kapolda Aceh, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar, Kamis (25/10/2018).

Kapolda dan rombongan sudah berkunjung ke rumah duka di Kecamatan Banda Setia, Aceh Tamiang pada Rabu (24/10) kemarin. Kapolda juga menyerahkan santunan dari Kapolri untuk keluarga AY.

Di rumah duka, Kapolda duduk di atas tikar dan berbincang dengan keluarga AY. Kapolda berkunjung ke rumah duka didampingi unsur Forkopimda Aceh Tamiang.

Sebelum ke rumah duka, Kapolda juga sempat menggelar pertemuan dengan unsur Forkopimda Aceh Tamiang di Aula Sekdakab Kantor Bupati Aceh Tamiang. Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat setempat.

“Tujuan kedatangan saya kemari karena adanya insiden yang tidak diinginkan yang terjadi di Aceh Tamiang sehingga berbuntut terhadap pengrusakan dan pembakaran Polsek Bendahara,” jelas Rio.

Rio berharap insiden pembakaran Polsek ini tidak mempengaruhi kondusivitas menjelang Pilpres 2019. Dia bersama sejumlah elemen terkait siap menjaga situasi agar tetap aman.

“Saat ini kita memasuki masa kampanye sehingga saya berharap situasi yang saat ini landai tidak terpengaruh dengan adanya insiden ini. Kita berharap di tahun 2019 ini atas kerjasama kita kepolisian dengan 8 komponen dapat membangun kebersamaan perhelatan politik dapat berjalan aman dan bermartabat baik itu Pileg maupun Pilpres,” ungkapnya.

Seperti diketahui, massa mengamuk di Polsek Bendahara saat meminta pertanggungjawaban terkait tewasnya AY. Massa dan keluarga korban tidak terima karena di jasad korban terdapat luka memar.

Emosi massa saat itu tidak terbendung sehingga merusak dan membakar Mapolsek. Akibatnya, gedung Polsek rusak parah, motor dirusak dan mobil patroli dibakar. Insiden itu terjadi pada Selasa (23/10) siang.

Namun kondisi di Polsek saat ini sudah kembali kondusif. Massa sudah membubarkan diri setelah bernegosiasi dengan Wakapolres Aceh Tamiang Kompol Munzir.

(agse/knv)



Artikel ini telah tayang di detikNews

Related Posts