Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Anak perlu dibiarkan mengekspresikan diri sebebasnya untuk temukan kreativitasnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Orang tua biasanya merencanakan beragam kegiatan hingga kursus untuk mengisi waktu libur panjang sekolah agar anak tidak merasa bosan. Psikolog anak menilai anak-anak sebenarnya boleh dibiarkan merasa bosan tanpa diberondong kegiatan selama libur panjang.

Apa alasannya?

Ketika merencanakan beragam kegiatan untuk mengisi libur panjang anak, orang tua sebenarnya tanpa sadar sedang menghalangi anak-anak untuk menemukan sendiri minat mereka yang sebenarnya. Anak-anak perlu dibiarkan untuk mencari sendiri cara menyibukkan diri dengan kegiatan santai yang dapat membuat mereka merasa bahagia.

Mengatur tiap kegiatan anak selama libur panjang hanya akan mencegah anak-anak untuk belajar melakukan sesuatu dengan cara mereka sendiri.

Seperti dilansir dari Times of India, imajinasi dan rasa bosan memiliki keterkaitan tersendiri. Sebagai contoh, orang dewasa yang merasa bosan cenderung akan menyibukkan diri dengan kegiatan yang dapat mengusir rasa bosan tersebut. Kegiatan ini dapat berupa membaca buku, memasak atau bahkan sekedar berjalan mengelilingi area perumahan.

Ketika orang tua merencanakan semua kegiatan untuk anak, orang tua sebenarnya mencegah stimuli internal anak untuk berkembang. Padahal stimuli internal ini penting untuk mengembangkan sisi kreativitas anak.

Para ahli menilai bahwa kebosanan merupakan stumuli pertumbuhan yang penting. Kapasitas untuk merasa bosan juga merupakan bagian dari pencapaian pertumbuhan. Kebosanan akan membantu anak untuk bersantai sejenak dan melakukan refleksi.

Alih-alih menyusun semua rencana anak selama libur panjang, orang tua sebaiknya duduk bersama anak dan menentukan apa yang anak mau lakukan dan sukai selama libur panjang. Biarkan anak untuk mengekspresikan diri sebebasnya.

Setiap kali anak mengeluh bosan, orang tua dapat berunding kembali dengan anak mengenai daftar kegiatan yang sudah disusun bersama-sama dan mencari alternatif lain yang lebih menyenangkan.

Rasa bosan tak sepenuhnya buruk. Faktanya, rasa bosan yang dirasakan anak sebenarnya merupakan batu loncatan bagi mereka untuk bisa menjadi mandiri dan bergantung pada diri sendiri.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -