Ramadhan, Momentum Takwa Bersama | Republika Online

Ramadhan, Momentum Takwa Bersama | Republika Online

Ramadhan momentum takwa bersama setelah perhelatan panas Pemilu 2019

Ramadhan tengah berjalan tahun ini. Ramadhan adalah bulan istimewa diantara bulan-bulan yang lain, karena di bulan inilah kitab suci umat Islam yaitu Al-qur’an mulai diturunkan kepada manusia teladan, Muhammad SAW. Ramadhan kali ini diharapkan bisa menjadi udara segar setelah perhelatan panas pemilu 2019.

Bulan mulia ini bisa menjadi sarana ketaqwaan dan keshalehan baik dari individu maupun dari ummat. Karena hakekat taqwa adalah terwujudnya ketaatan terhadap seluruh aturan atau hukum Islam baik terkait individu, masyarakat, maupun negara. Mentaati aturan Islam pun tidak pilih-pilih karena Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, mengatur segala aspek kehidupan manusia dari aspek sosial, ekonomi, politik, dan seluruh aspek lainnya. 

Di bulan ramadhan ini hampir semua individu berlomba-lomba melakukan amal shaleh sebagai bentuk antusiasme mereka dalam menjalani bulan yang istimewa ini. Di bulan ini juga seharusnya kemungkaran-kemungkaran segera di hentikan.

Perkuat ukhuwah, berhenti saling mencaci dan mencurigai saudara semuslim sendiri, berhenti membuat berita hoaxs dan kejahatan lainnya baik di nyata maupun di media sosial. Tentunya hal-hal baik itu tak hanya dilakukan di bulan ramadhan ini saja, tapi terus berlanjut setelahnya. 

Ramadhan adalah bulan perjuangan, perjuangan sebagai hamba untuk mewujudkan ketaatan yang nyata pada sang Khaliq. Tentunya hal itu dimulai dari ketaatan individu, lalu masyarakat, dan yang utama adalah negara.

Ramadhan bisa menjadi momentum berkah bagi negeri tercinta ini asalkan negeri ini mau menjalankan kehidupan yang di ridhoi-Nya serta tunduk akan syariat-Nya dalam segala aspek kehidupan, juga tidak melanggar aturan-Nya. Maka Ramadhan tak hanya membawa berkah untuk individu-individu saja akan tetapi mampu membawa keberkahan pada masyarakat luas dan negeri ini khususnya. In Syaa Allah.

Wallahu ‘alam bish shawab

Pengirim: Yuli Saputri, Muslimah Wonogiri

Disclaimer:
Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id/