Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...



Jakarta
LSI Denny JA merilis elektabilitas partai politik, salah satunya PDIP yang disebut menurun di kalangan pemilih Muslim. PDIP tetap meyakini meraih 25% suara dari kalangan pemilih Muslim.

“Sebenarnya wajar saja dalam pemilu ada fluktuasi. Ini yang kami harapkan, karena terkadang evaluasi terlalu tinggi buat kita jadi lemah. Ini yang jadi catatan kami untuk tingkatkan pada pemilih Muslim, kami juga dari PDIP memang targetkan 25 persen minimum. Tapi dari progres yang ada kami bisa lewati, tapi ritme Pemilu ini harus dijaga, bahwa kami juga menikmati coat tail effect dari pak Jokowi karena kader PDIP,” ujar Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga seusai acara diskusi di Upnormal Cafe, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

Secara keseluruhan, PDIP akan menggalakkan kampanye dari pintu ke pintu guna mendongkrak elektabilitas. Caleg-caleg muda PDIP yang belum maksimal akan dievaluasi.

Wasekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga.Wasekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga. (Foto: Ari Saputra)

“Ini masih punya waktu untuk kejar dari lapangan terpelajar. Ini masukkan berharga sekali, ini kami akan kejar apa yang jadi kekurangan dan tingkatkan dari caleg muda, generasi milenial untuk kejar dari kalangan terpelajar, dan yang belum maksimal terus kami evaluasi. Masih ada 2 bulan lagi untuk door to door,” ujar Eriko.


Sebelumnya, peneliti LSI Denny JA Rully Akbar mengatakan tren penurunan elektabilitas PDIP di kalangan pemilih Muslim ini disebabkan adanya sejumlah peristiwa mulai dari Ijtimak Ulama, Reuni 212 hingga instruksi dari Habib Rizieq Shihab untuk tidak memilih partai pendukung penista agama. Sebab, menurutnya, peristiwa-peristiwa memilik pengaruh terhadap pilihan di kalangan pemilih Muslim.
“Kalau di konteks pemilih Muslim memang pertengahan ini mulai ada Ijtimak Ulama sudah dan penentuan, Reuni 212 dan ada imbauan Habib Rizieq. Ini yang kemudian memperkuat barisan pemilih Muslim yang kemudian mempunyai efek ekor jas ke pemilih Gerindra yang dapat kenaikan di pemilih Muslim dan ada penurunan di PDIP yang mengekor Jokowi,” ujar Rully di Graha Dua Rajawali LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (20/2).

Berikut hasil survei elektabilitas 5 parpol tersebut dalam 6 bulan terakhir dari kacamata pemilih Muslim:

PDIP

Agustus 2018: 23,3 persen;
September 2018: 22,4 persen;
Oktober 2018: 23,7 persen;
November 21,8 persen;
Desember 2018: 24,6 persen (tertinggi);
Januari 2019: 18,4 persen (terendah).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.

(zap/dkp)





Artikel ini telah tayang di detikNews

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -