Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...




Jakarta
Ruhut Situmpol bergabung dalam tim kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ia mengklaim banyak koleganya di Partai Demokrat yang ingin bergabung ke kubu Jokowi.

“Saya ini ingin melanjutkan yang mau mendukung Pak Jokowi,” ujar Ruhut di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018).

Ruhut datang ke Posko Cemara untuk mengikuti pelatihan juru kampanye nasional (jurkamnas) oleh TKN Jokowi-Ma’ruf. Sejak Pilpres 2014, Ruhut memang sudah menyatakan mendukung Jokowi meski Demokrat menyatakan netral. Ruhut ikut bersama tim yang dipimpin Luhut B Pandjaitan.



Saat ini, Ruhut sudah tidak aktif di Partai Demokrat. Pemicunya adalah saat Pilgub DKI 2017 lalu, Ruhut mendukung Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot S Hidayat, padahal PD saat itu mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni.

“Jadi banyak kawan saya sekarang ikut ya,” kata Ruhut.

Eks anggota DPR itu pun menyebut sejumlah nama elite hingga eks elite PD yang mendukung Jokowi. Sebelum Deddy Mizwar, sudah ada TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) hingga Lukas Enembe.

Ruhut mengingatkan, saat Pilpres 2014 lalu, Lukas dan TGB menjadi bagian tim sukses Prabowo dan Hatta Rajasa padahal PD menyatakan netral. Ia mengaitkannya dengan Hatta Rajasa yang merupakan besan dari Ketum PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Lukas pada waktu dulu dia tim sukses untuk Pak Prabowo-Hatta Rajasa karena besan pak SBY, mertua Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono), begitu juga TGB. Karena itu kami (kubu Jokowi) kalah waktu itu di NTB tapi feeling saya kali ini kami akan menang di sana,” ucap Ruhut.

Ia juga menyebut soal Ketua DPD PD Jatim Soekarwo (Pakde Karwo). Soekarwo sempat meminta DPP PD agar mendukung Jokowi di Pilpres 2019, meski pada akhirnya PD memilih bergabung ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Sudah semua berkomunikasi, dengan Lukas, Pakde Karwo karena Pakde Karwo rekam jejak sama dengan saya. Kami dulu sama-sama di Golkar, kami bergabung di Demokrat,” katanya.

Ruhut menyatakan, Deddy Mizwar bersama dirinya sudah bertemu Luhut terkait dukungan kepada Jokowi pasca-Deddy kalah di Pilgub Jabar lalu. Meski begitu, ia mengaku banyak koleganya di PD yang kemudian tidak lagi mau berkomunikasi dengan dirinya. Ini menurutnya juga terjadi terhadap TGB yang tidak mendapat respons dari elite PD saat hendak pamit ke SBY karena mendukung Jokowi.

“Deddy Mizwar juga saya sudah ketemu dia di kantor Pak Luhut bahkan saat baru dia kalah dia sudah datang kok dia sudah mengatakan ‘gimana nih Hut?’ saya bilang ya terserah kamu,” ungkap Ruhut.

“TGB saya kaget juga denger jawabnya sudah seminggu mau pamit nggak ada yang angkat telepon. Orang-orang yang saya anggap seperti abang sama seperti abang waktu di Demokrat saya hubungi pun nggak mau,” tambahnya.

Ruhut mengaku banyak kader Demokrat di tingkat provinsi dan di bawahnya yang menghubungi dirinya. Komunikasi itu terkait dukungan kepada Jokowi.

“Nggak enak ya (sama Demokrat). Banyak kawan-kawan saya di tingkat 2, tingkat satu kan pada hubungin kita semua. Apapun gue duku ikon partai. Sebenarnya kita nggak boleh takabur, kalau saya yakin Jokowi apalagi kita bersama Ma’ruf Amin, kita akan menang kok,” tutur Ruhut.

Ia lantas menyindir soal dukungan Demokrat ke kubu Prabowo-Sandi bersama Partai Gerindra, PKS, dan PAN. Ruhut menyoroti soal hubungan Gerindra dan PKS yang sudah memanas meski Pilpres 2019 baru masuk di tahap awal.

“Mereka akan babak belur, lihat pemilihan wakil gubernur itu sudah tajam, Gerindra-PKS,” tebak Ruhut.

Gerindra dan PKS memang saat ini tengah memperebutkan posisi Wagub DKI menyusul mundurnya Sandiaga Uno karena maju di Pilpres 2019. Ruhut memprediksi, kursi DKI-2 akan jatuh kepada Ketua DPD Gerindra M Taufik yang kini merupakan Wakil Ketua DPRD DKI.

“Yang jadi Gerindra si Taufik. Aku yakin itu karena bagus, yang lebih berpengalaman Taufik ya karena dia sudah beberapa kali. Bagaimana nanti sakit hatinya PKS Apalagi nanti yang mereka mau calonkan (Mardani) Ali Sera, kalau Ali Sera sudahlah, udah selesai,” tutup Ruhut.

(elz/tor)


Artikel ini telah tayang di detikNews

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -