Saksi Ini Mengaku Beri Uang Rp 300 Juta ke Bowo Sidik untuk Kampanye

Saksi Ini Mengaku Beri Uang Rp 300 Juta ke Bowo Sidik untuk Kampanye

Jakarta
Direktur Utama PT Ardila Insan Sejahtera, Lamidi Jimat, mengaku memberikan uang Rp 300 juta kepada, Bowo Sidik Pangarso. Lamidi menyebut pemberian itu ditujukan untuk membantu dana kampanye Bowo.

Hal itu terungkap dalam kesaksian Lamidi di sidang lanjutan Bowo Sidik di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).

“Terkait telah menyerahkan uang Rp 250 juta plus Rp 50 juta. Bisa saksi jelaskan itu terkait apa menyerahkan uang ke Pak Bowo?” tanya jaksa KPK ke Lamidi.



“Ya mohon maaf, karena saya orang Jawa. Karena beliau sampaikan ‘Mas aku lagi repot, ada untuk kampanye, tolong saya dibantu dulu lah pakai duitnya. Ya itu pemahaman saya ya itu…ya kami bantu,” jawab Lamidi.

Lamidi mengatakan uang itu dikeluarkan pada 24 September 2018. Salah satu saksi yang juga merupakan Direktur Pt Ardila Insan, Husanto menyebut tanggal pemberian uang itu tertulis di bukti kas perusahaan.

“Ini yang keluarkan bagian keuangan, ini bukti kas keluar,” kata Husanto.

Husanto mengaku saat itu dia yang menandatangani bukti kas itu atas perintah Lamidi sebagai dirut di perusahaan itu. Uang itu diperuntukkan langsung untuk Bowo agar digunakan untuk kampanye di Dapil Bowo.

Pemberian uang itu, kata Lamidi, dilakukan secara bertahap tidak sekaligus memberikan sebesar Rp 300 juta. Namun, ia tak merinci waktu pemberian uang itu.

Sementara itu, Bowo yang duduk sebagai terdakwa ketika dimintai tanggapan, dia mengaku menerima uang dari Lamidi. Dia menyebut uang itu untuk operasional kampanyenya.

“Setiap saya minta bantuan Pak Lamidi, saya selalu menyampaikan ‘Pak Lamidi tolong bantuannya untuk Dapil saya’,” kata Bowo.

Dalam kasus ini, anggota DPR Bowo Sidik Pangarso didakwa menerima gratifikasi sekitar Rp 7,7 miliar. Selain gratifikasi, Bowo menerima uang suap sekitar Rp 2,6 miliar karena membantu PT HTK mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan atau sewa kapal dengan PT Pilog.

Uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik disebut jaksa digunakannya untuk kepentingan mencalonkan diri sebagai anggota DPR lagi. Lalu uang itu disimpannya di kantor PT Inersia Ampak Engineers di dalam ratusan ribu amplop.

(zap/fdn)

Artikel ini telah tayang di detikNews

Related Posts