Sejumlah Perusahaan Teknologi Tolak Permintaan Buka Enkripsi

Ilustrasi WhatsApp dan media sosial

VIVA – Google, Apple, Microsoft, WhatsApp dan sejumlah perusahaan serta organisasi secara terbuka menolak permintaan badan intelijen Inggris atau Government Communications Headquarters. Permintaan ini dilakukan GCHQ sebelumnya pada November 2018 lalu.

Dilansir laman Mashable, Sabtu 1 Juni 2019, GCHQ meminta para perusahaan teknologi serta organisasi itu untuk membuka komunikasi enkripsi mereka pada pemerintah.

Penolakan itu diumumkan pada surat terbuka untuk GCHQ tertanggal 22 Mei 2019 kemarin. Mereka menuliskan bahwa prinsip yang ditegakkan pejabat GCHQ merupakah langkah yang sangat penting.

Namun mereka juga mengkritik GCHQ dalam surat tersebut. Dituliskan bahwa proposal permintaan yang dibuat lembaga tersebut secara diam-diam menambahkan penegakkan hukum partisipasi pada chat grup atau telepon.

Kelompok tersebut juga menyebut proposal permintaan permintaan Inggris itu sebagai proposal hantu.

Permintaan GCGQ sebelumnya adalah menginginkan layanan messaging seperti Messenger dan WhatsApp milik Facebook serta Signal beralih untuk memungkinkan pemerintah Inggris bisa mengintip setiap obrolan terenkripsi itu.

Proposal itu juga meyakini bahwa permintaan itu bukan melemahkan enkripsi atau mengalahkan alam end-to-end pada layanan. Namun Google, Apple dan kelompok lainnya mengklaim permintaan itu bisa mengacam keamanan siber.

Mereka juga mengkritik proposal tersebut akan mengancam hak asasi manusia dasar termasuk pribadi dan juga kebebasan berekpresi. Selain itu juga dapat merusak proses otentikasi.

Ketakutan lainnya adalah munculnya kerentanan pada keamanan baru yang tidak disengaja pada sistem komunikasi terenkripsi. Mereka juga mengingatkan bahwa kepercayaan pengguna juga rusak jika meloloskan permintaan GCHQ itu. (ren)

 

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Related Posts