Sekali Lagi, Air Zamzam ‘Haram’ Dimasukkan Koper

Sekali Lagi, Air Zamzam 'Haram' Dimasukkan Koper

Mekah
Imbauan tanpa henti untuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bawaan terus digencarkan petugas kepada jemaah haji.

Pasalnya, meski sudah diingatkan berulang kali, masih saja banyak jemaah yang ‘bandel’. Padahal hal itu jelas-jelas ‘diharamkan’.

‘Haram’ di sini tentu bukan soal status air zamzam tersebut, melainkan karena adanya aturan yang melarang untuk memasukkan air zamzam bagi jemaah yang akan bertolak untuk pulang ke Tanah Air.

Menurut Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat, proses pemulangan gelombang pertama jemaah haji Indonesia melalui bandara King Abdulaziz, Jeddah, sejauh ini berjalan lancar sesuai dengan harapan.

Jikapun ada masalah, dianggap tak terlalu menonjol. Dalam beberapa hari berjalan di fase pemulangan, tantangan yang muncul berasal adanya sebagian jamaah yang masih coba-coba untuk membawa barang-barang yang dalam aturan penerbangan tidak diperbolehkan. Tak sedikit pula jemaah yang membawa melebihi kapasitas yang seharusnya.

“Contoh, seharusnya kan untuk tas kabin itu 7 kg batas maksimalnya. Tapi mereka masih bawa barang melebihi batas tersebut. Bahkan masih ada yang memasukkan air zamzam di koper,” terang Arsyad saat dihubungi detikcom.

Adapun yang dianggap sebagai barang bawaan terlarang bagi jemaah di antaranya seperti pisau, barang yang mudah meledak, termasuk air zamzam di luar jatah yang diberikan. Khusus untuk air zamzam, jemaah haji akan mendapatkan 5 liter per orang.

Sementara untuk batasan berat koper bagasi seperti saat keberangkatan, yakni 32 kilogram per orang dan untuk tas tentengan yang masuk ke kabin jangan lebih 7 kilogram.

Tas koper jemaah dalam aturannya juga harus sudah langsung diangkut oleh pihak ekspedisi yang ditunjuk pihak maskapai 48 jam sebelum take off. Kemudian koper-koper itu akan langsung diantar ke bandara.

Jadi harapannya jemaah akan relatif lebih rileks saat pemulangan, lantaran dari Mekah ke Bandara Jeddah tidak lagi membawa banyak barang bawaan. Hanya saja dalam praktiknya tak seluruhnya mulus.

“Berdasarkan info yang kami dapat dari perusahaan ekspedisi, memang ada beberapa kloter yang seperti tadi saya sampaikan, mereka membawa air zamzam masuk ke dalam tas koper. Bahkan ada satu kloter yang hampir 80% tas kopernya itu ada air zamzam yang akhirnya dipulangkan oleh pihak ekspedisi,” sesalnya.

“Saya kira kejadian ini untuk ke depan jangan sampai terjadi kembali,” Arsyad menandaskan.

(ash/jbr)

Artikel ini telah tayang di detikNews

Related Posts