Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

VIVA – Kehadiran robot dengan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, tak hanya menggeser sumber daya manusia pada bidang pekerjaan tertentu. Menurut penelitian, robot ternyata memiliki kecenderungan untuk bersikap rasis dan diskriminatif.

Hal tersebut diungkapkan sebuah studi dari Cardiff University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Tim peneliti menemukan bahwa makhluk yang tercipta dari mesin tersebut dapat mempelajari prasangka dan nilai seperti yang dilakukan manusia.

Dalam permainan uji coba komputer, AI diminta untuk memberikan salah satu dari tim mereka sendiri atau kelompok robot. Penilaian terhadap siapa anggota yang akan dilepaskan, didasarkan pada reputasi individu robot.

Ketika permainan berlangsung dan ribuan simulasi diterapkan, para peneliti menemukan bahwa robot AI mampu menyerahkan salah satu anggotanya berdasarkan kesamaan dengan kelompok yang akan dimasuki.

“Dengan mengadakan simulasi ini lebih dari ribuan kali, kami mulai mengerti bagaimana prasangka berevolusi dan kondisi yang mempromosikan atau menghambatnya,” ujar penulis studi dari Cardiff University, Roger Whitaker, dilansir laman Express, Senin, 10 September 2018.


Dia melanjutkan proteksi dan penilaian dari kelompokrobot mirip dengan kekuatan alam dan evolusi, itu bisa dengan mudah menjadi insentif pada populasi virtual.

Dengan penemuan tersebut, peneliti menganggap bahwa itu menjadi kabar buruk bagi manusia karena robot mendapatkan satu kekuatan lagi untuk masa depan.

Selain kemampuan diskiriminasi, robot dikabarkan bisa bekerja dalam bidang yang membutuhkan pemikiran. Kemungkinan, kejadian ini akan terjadi pada tahun 2045 mendatang.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -