Siapkan Santri Hadapi Revolusi Industri 4.0, PBNU Gandeng Bukalapak – VIVA

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj

VIVA – Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj menegaskan para santri harus siap menghadapi revolusi industri 4.0. Atas dasar itu PBNU bekerja sama dengan Bukalapak. 

“Masyarakat Indonesia, khususnya warga NU harus siap menghadapi revolusi industri 4.0, yang bertumpu pada penggunaan masif teknologi informasi berbasis internet, Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dan analisis Big Data,” ucap Kiai Said di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Kamis 28 Februari 2019.

Sementara itu VP of Product Bukalapak, Zakka Fauzan Muhammad menyatakan, kerja sama Bukalapak dan NU untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah (Usaha Kecil Menengah) di kalangan Nahdliyin supaya mampu bersaing menghadapi revolusi industri 4.0.

“Ekonomi grass root di Nahdliyin kita sama-sama dorong supaya go digital. Dengan kolaborasi ini, NU akan membentuk marketplace sendiri. NU akan punya white label sendiri,” ujar Zakka.

Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar menambahkan Indonesia akan mengalami bonus demografi dalam beberapa tahun ke depan. “Bonus demografi ini seperti pisau bermata dua yang bisa berarti positif atau sebaliknya negatif jika tidak dikelola dengan baik,” ucapnya.

Oleh karena itu Miftachul menekankan empat hal yang diperlukan untuk membuat bonus demografi Indonesia menjadi peluang yang besar ke depan dan bisa dimanfaatkan oleh para santri.

Pertama, grand idea atau penyegaran kembali visi misi NU. Kedua, grand program dengan melibatkan semua unsur NU. Ketiga, grand strategy skala besar yang berisi inovasi yang direncanakan, dikelola dan diamalkan oleh kader-kader NU yang berasal dari berbagai latar belakang. 

Keempat, grand control berupa terciptanya sistem komando yang baik mulai dari level PBNU hingga anak ranting. Sistem ini diperlukan untuk membuat organisasi lebih responsif dan proaktif sehingga kelak NU akan lebih mampu bersaing dengan organisasi lain.

“Ini PR (pekerjaan rumah) NU yang perlu dirumuskan dalam Munas dan Konbes saat ini. Sebab jika tidak dikelola dengan baik, kita jadi bulan-bulanan yang diperebutkan oleh orang lain,” katanya. (ann)

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Related Posts