Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...




Jakarta
Sidang perdana gugatan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP bakal digelar pada 17 Januari 2019. Sidang bakal digelar di Chicago, Amerika Serikat.

“Nanti 17 Januari jam 09.00 WIB akan ada mulai persidangan pertama di Chicago, gugatan ini akan dilakukan di wilayah hukum di Cook County Illinois,” kata pengacara Firma Ribbeck Law, Manuel Von Ribbeck di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

Dia mengatakan gugatan diajukan oleh 25 keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP. Ada 3 poin yang menjadi pokok gugatan para keluarga korban.

“Ini adalah komplen yang kita dapatkan dari keluarga bapak Irianto, jadi nanti ada 24 komplen tambahan yang akan kita gabungkan dengan komplen dari keluarga bapak Irianto,” ujarnya.

“Gugatan pertama itu adalah keberhasilan produk itu sendiri, Boeing punya kewajiban untuk memberikan Lion Air pesawat yang bagus dan aman. Oleh sebab itu Boeing bertanggung jawab terhadap Lion Air karena faktanya Boeing tidak siapkan pesawat yang bagus untuk Lion Air. Gugatan kedua itu adalah gugatan terhadap kelayakan produk itu sendiri, pertanggung jawaban produk itu sendiri. Gugatan ketiga ini adalah tanggung jawab Boeing untuk merawat pesawatnya sendiri untuk menunjukan dan mempresentasikan pesawatnya secara bagus, kemudian secara spesifik pihak Boeing sendiri ada kekurangan pada peringatan dari pihak Boeing ke pihak pilot dan kopilotnya,” sambung Manuel.

Manuel kemudian mengatakan Boeing tidak memberikan buku manual dan buku panduan yang jelas ke pilot dan kopilot hingga tak ada panduan terhadap kerusakan pesawat. Dia juga menyebut sistem manual yang ada di pesawat tidak memberi peringatan saat pesawat dalam kondisi berbahaya.

“Kita juga tahu bahwa ada dari pihak Boeing itu tidak memberi manual dan buku panduan yang jelas ke pilot dan kopilot. Jadi tidak ada panduan terhadap kerusakan pesawat ini. Juga manual yang ada di pesawat itu, juga tidak berikan peringatan, seharusnya manual ini memberikan peringatan kalau ada emergency. Tapi, manual yang baru ini gagal merespon bahwa ada situasi emergency di pesawat itu. Terutama ada sistem yang baru, yaitu sistem autodef feature ini,” jelasnya.

(haf/haf)


Artikel ini telah tayang di detikNews

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -