Soal Uang Digital Libra, Facebook Janji Tak ‘Intip’ Data Keuanganmu

Calibra

VIVA – Facebook membantah akan campur tangan dalam mengendalikan uang digital Libra. Kepala Calibra Facebook, David Marcus mengatakan perusahaan tidak memiliki hak istimewa di Libra atau dompet digital Calibra. Raksasa media sosial itu menegaskan tetap fokus pada proyek perusahaan. Pernyataan ini menjawab kekhawatiran atas potensi Facebook mengintip data keuangan pengguna yang memakai Libra.

Dikutip dari situs Metro, Selasa 9 Juli 2019, Facebook mengumumkan uang digital Libra pada bulan lalu. Proyek ini didukung oleh beberapa mitra, seperti MasterCard, Visa dan Paypal, yang mana memungkinkan pengguna membelanjakan uangnya hanya melalui smartphone.

Dalam tulisan blog miliknya, Marcus mengatakan, pengguna Facebook tidak harus mempercayai perusahaan agar dapat menggunakan layanan mata uang digital tersebut. Facebook tidak akan mengontrol jaringan, mata uang atau simpanan pengguna. Perusahaan hanya akan menjadi satu di antara 100 anggota asosisasi Libra.

“Kami tidak akan memiliki hak istimewa apa pun. Facebook membangun Calibra untuk mengoperasikan layanan dompet digital di atas jaringan Libra. Facebook memiliki dan mengendalikan Calibra, tapi tidak akan melihat data keuangan,” tulisnya.

Inti dari apa yang ia katakan adalah, pengguna tidak harus mempercayai Facebook untuk mendapat manfaat Libra. Perusahaan juga tidak memiliki tanggung jawab khusus atas itu. Namun tetap saja, Marcus berharap masyarakat akan merespons Libra dengan baik.

“Kami jelas memisahkan data keuangan, kami akan hidup sesuai dengan komitmen dan bekerja keras untuk memberikan hasil nyata. Facebook hanyalah salah satu dari sejumlah anggota pendiri Libra yang akan bekerja sama untuk mengelola mata uang,” katanya.

Markus mengingatkan, anak perusahaan Calibra terdiri dari 28 anggota yang berkumpul untuk membentuk asosiasi. Banyak yang mengaitkan Libra dengan Facebook, namun masalahnya bukan di sana. Libra diumumkan lebih awal dan sudah berkonsultasi dengan regulator, bank sentral dan organisasi di seluruh dunia.

“Alasan kami sederhana, kami ingin mendorong diskusi terbuka. Meluncurkan mata uang digital dengan infrastruktur pendukung, tidak bisa terjadi begitu saja. Jika kita ingin melayani miliaran orang dan bisnis keuangan modern yang terbuka, maka ini adalah satu-satunya cara,” ujarnya.

Libra memiliki tujuan agar semua orang bisa merasakan layanan keuangan yang lebih baik. Dengan Libra, pengguna bisa melindungi asetnya dengan aman hanya menggunakan smartphone, mengakses ekonomi dunia, transaksi dengan rendah biaya dan bisa mengakses berbagai layanan keuangan. (ali)

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Related Posts