Sopir Taksi Tolak Layanan Online dengan Bakar Diri – VIVA

0
3 views
Unjuk rasa pengemudi taksi di Korea Selatan

VIVA – Protes terhadap keberadaan taksi online rupanya tak hanya berlaku di Indonesia saja. Baru-baru ini sejumlah sopir taksi di ibu kota Korea Selatan, Seoul, melakukan unjuk rasa dengan cara yang ekstrem.

Dikutip melalui laman BGR, Jumat, 11 Januari 2019, puluhan ribu pengemudi taksi menentang peluncuran aplikasi berbagi perjalanan Kakao T Carpool. Layanan yang mirip dengan Gojek dan Grab ini, menurut mereka dapat memperburuk standar hidup yang dari segi pendapatan telah semakin menurun.

Beberapa dari mereka bahkan melakukan bunuh diri dengan cara membakar diri. Aksi massa dramatis ini dilakukan untuk meyakinkan anggota parlemen agar tetap mengilegalkan aplikasi perjalanan. Sejak 2015 layanan semacam ini memang telah menuai kontroversi.

Salah seorang supir taksi berusia 67 tahun, Lee Nam-soo mengatakan, pada tahun lalu penghasilannya bahkan tidak cukup untuk membiayai keluarganya. “Tidak mungkin saya bisa bertahan hidup jika Kakao beroperasi,” katanya dalam sebuah wawancara.

Baru-baru ini juga ditemukan sebuah taksi yang sedang terparkir kemudian terbakar. Dari insiden itu, seorang pengemudi 64 tahun lantas dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan sekarat. Ia diduga telah melakukan aksi bunuh diri.

Tindakan bunuh diri para driver di Korea Selatan dikuatkan dengan catatan setebal empat halaman, yang menjelaskan betapa sulitnya ekonomi pengemudi taksi di negeri ginseng tersebut.

Kakao T Carpool merupakan layanan milik Kakao, yang juga memiliki layanan perpesanan instan populer di Korea, yakni KakaoTalk.

Atas dasar protes itu perusahaan Kakao menunda peluncuran, namun mereka akan terus berkonsultasi dengan industri, parlemen dan pemerintah. (ann)

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here