Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

VIVA – Dunia kini tengah menghadapi fenomena perubahan. Para ahli menggambarkannya sebagai era disrupsi. Sebagaimana kita lihat – dengan ditopang peradaban teknologi – cara-cara baru muncul menggeser kekuatan lama (old power) yang tak lagi relevan.

Kita tentu sudah menyaksikan suatu tatanan dunia di mana kekuatan ada pada jemari. Berbekal perangkat dan koneksi internet, hajat hidup manusia terpenuhi dan sejumlah permasalahan menemukan solusi. Namun inti dari perubahan bukan hanya ini. 

Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia (UI) dan pakar disrupsi, Rhenald Kasali mengajak kita semua untuk masuk dan memahami gelombang dunia baru tersebut dengan buku #MO. Kenapa dinamakan # (tagar) MO? 

Pada praktiknya, # (tagar) adalah simbol yang banyak digunakan di media sosial untuk mempermudah pencarian yang berakibat suatu pesan tersebar luas. Tahukah Anda tagar atau hashtag ini tidak semata dibubuhkan begitu saja, namun bisa mencerminkan adanya upaya tertentu?

Narasi yang dapat dijadikan contoh, Alibaba menghasilkan USD1 miliar dalam 1 menit 2 detik dengan #singlesday. #SaveAudrey muncul dan dalam sekejap melambungkan nama gadis belasan tahun, yang kemudian digulirkan tandingannya #AudreyJugaBersalah. Begitu pula dengan #UninstallX, #Metoo, dan lainnya, yang semuanya mengandung pesan tertentu.

Sedangkan MO (Mobilisasi dan Orkestrasi) merupakan pendekatan baru dalam industri berbasis Revolusi Industri 4.0 yang didukung enam pilar teknologi. Dengan rangkaian ini, manusia dari segala belahan dunia saling terhubung dalam konsep hyperconnected society.

Buku #MO lebih dari sekadar merekam fenomena mobilisasi dan orkestrasi yang terjadi di dunia maya. Dari perspektif bisnis, #MO menyajikan gagasan bagaimana mobilisasi mengubah cara dalam memasarkan produk, dan orkestrasi menjadi cara baru dalam mengelola sumber daya perusahaan. Dalam penerapannya, sifat pemberitaan dan kehumasan, bahkan marketing campaign dan public relations pun berubah. 

Buku #MO diluncurkan tepat di hari ulang tahun Rhenald Kasali ke-59, di Rumah Perubahan, 13 Agustus 2019, yang akan mengajak kita berselancar dalam gelombang dunia baru agar tidak gagal paham. Seperti kata konsultan manajemen Amerika, Peter Drucker, “If you want something new, you have to stop doing something old (Jika kita ingin sesuatu yang baru, berhenti menggunakan cara lama).” (ase)

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -