Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...




Jakarta
Lembaga Kajian Kebijakan Independen Para Syndicate menyebut tren elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno naik. Timses pun yakin saat debat pilpres 17 April nanti bisa menyalip elektabilitas Jokowi.

“Insyaallah debat pertama 17 April Pak Prabowo, insyaallah, sudah menyalip Pak Jokowi dengan tren kita yang naik dan Pak Jokowi turun. Survei internal sekarang 40 persen Prabowo, 44 persen Jokowi per akhir November. Hawa kemenangan sudah di depan mata. Insyaallah menang,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, saat dihubungi, Jumat (14/12/2018).

Andre pun menilai naiknya elektabilitas Prabowo-Sandiaga juga dikarenakan relawan dan para caleg yang turun ke lapangan. Militansi relawan juga disebut mendongkrak elektabilitas capres-cawapres nomor urut 02 itu.

“Sekarang masyarakat itu merasakan getaran yang sama dengan Pak Prabowo. Aspirasi di masyarakat disuarakan oleh Pak Prabowo. Coba lihat Pak Sandi keliling Indonesia, Pak Prabowo juga keliling Indonesia, itu menunjukkan mesin politik Pak Prabowo kerja,” tuturnya.

“Jadi bukan cuma capres-cawapres, tapi caleg turun ke lapangan, relawan kita juga,” lanjut Andre.

Andre kemudian menyinggung militansi relawan Jokowi-Ma’ruf yang tidak total. Relawan Jokowi disebut hanya mau datang ke deklarasi jika Capres petahana itu hadir.

“Yang perlu dilihat, relawan Pak Jokowi itu mau deklarasi kalau Pak Jokowi dan kiai Ma’ruf datang. Tapi kalau relawan Prabowo itu lebih militan. Yang ini yang menyebabkan suara Pak Prabowo dengan Bang Sandi cepat naik,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Para Syndcate Arie Nurcahyo menyebut tren elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengalami penurunan, sementara tren pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno cenderung naik.

Tren pasangan Prabowo-Sandi naik karena salah satunya tim mereka mengambil keuntungan dari petahana dengan melakukan serangan-serangan, kemudian diladeni oleh pihak lawan.

“Keuntungan mengkontes petahana, sehingga branding mereka ter-branding. Sebagai penantang, dia efektif menyerang, gimana isu ekonomi tempe dimainkan secara apik oleh Prabowo-Sandi. Secara umum menaruh genderang yang memancing lawan tarung, dan Pak Jokowi masuk tergiring genderang kubu mereka,” ujarnya.

(idn/fdn)


Artikel ini telah tayang di detikNews

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -