TNI-Jaksa Razia Buku, Sejarawan: Kronika 65 Buku Ilmiah

0
5 views
TNI-Jaksa Razia Buku, Sejarawan: Kronika 65 Buku Ilmiah




Padang
Sejarawan Asvi Warman Adam meminta segala bentuk penyitaan buku seperti yang terjadi di Padang, harus dihentikan. Ia meminta aparat minta maaf kepada penulis, penerbit dan terutama kepada toko buku.

“Penyitaan buku semacam itu jangan terulang lagi. Kalau ada buku yg mau diteliti oleh Kejagung, boleh saja tapi harus beli dong,” katanya kepada detikcom, Jumat (11/1/2019).

Aparat gabungan dari Kodim dan Kejaksaan Negeri Padang, menyita sejumlah buku yang dianggap menyebarkan paham komunis. Buku-buku tersebut disita dari Toko Buku Nagare Boshi di kawasan pecinan Pondok, Kecamatan Padang Barat, Selasa (8/1/2019) sore.

Asvi menulis kata pengantar untuk buku ‘Kronika 65: Catatan Hari per Hari Peristiwa G30S sebelum Hingga Setelahnya (1963-1971)’ yang ikut disita aparat. Kata Asvi, buku tersebut disusun sebuah tim penulis yang terdiri dari para mahasiswa lulusan S1 dan S2 sejarah di Yogyakarta.


“Kronika 65 itu ada semua unsur politik. Dari tahun 1963 sampai 1971. Kronologi peristiwa politik dari hari ke hari. Tebalnya sekitar 1000 hal. Khusus untuk tanggal 30 September 65 ada kronologi peristiwa selama 24 jam. Jadi ini bahan mentah untuk riset atau menulis tentang peristiwa G30S 1965 dan prolog (peristiwa sebelumnya) serta epilog (peristiwa sesudahnya). Jadi saya menulis kata pengantar untuk menjelaskan buku ini disusun secara ilmiah,” katanya.

“(Buku) sudah lama terbit, dan selama ini tidak ada masalah di toko buku,” katanya menambahkan.

Asvi curiga, penyitaan ini berkaitan dengan Pemilu dan Pilpres. “Saya kira fokusnya sekarang tertuju ke PDIP. Yang disita buku-buku tengang Soekarno. Juga buku Budiman Sujatmiko anggota DPR dari PDIP. Apakah razia tersebut itu targetnya (berhubungan dengan Pileg dan Pilpres)?” ujar Asvi.

Ia sepakat untuk menunggu hasil penelitian dari Kejaksaan Agung.

“Menurut Jaksa Agung, buku-buku tersebut akan diteliti oleh Kejagung. Kalau tidak terbukti saya kira Kodim Padang harus minta maaf kepada penulis, penerbit dan terutama kepada toko buku,” katanya lagi.

(asp/asp)


Artikel ini telah tayang di detikNews

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here