Tokoh Lintas Agama Serukan Pemilu Damai dan Beradab

Tokoh Lintas Agama Serukan Pemilu Damai dan Beradab

Ada delapan seruan berasama yang disampaikan tokoh lintas agama.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA –Inter Religious Council (IRC) melakukan langkah antisipatif preventif untuk menjaga persatuan dan keberagaman jelang berlangsungnya pemilihan umum (Pemilu) 2019. Sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam IRC tersebut memberikan seruan bersama terkait pemilu yang berlangsung pada 17 April mendatang.

Ada delapan seruan bersama yang disampaikan oleh IRC.  “Pertama menyerukan kepada Keluarga Besar Bangsa agar tidak terjebak dalam pertikaian yang hanya akan membawa perpecahan bangsa,” ujar perwakilan dari Konferensi Wali Gereja (KWI), Romo Heri Wibowo, di kantor CDCC, Jakarta Selatan, Kamis (14/3).

Kedua, lanjut Romo Heri, menyerukan kepada keluarga besar bangsa agar menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab demi kelangsungan kehidupan bangsa dan peningkatan kesejahteraan rakyat serta terwujudnya keadilan sosial.

Kemudian menyerukan kepada keluarga besar bangsa agar menjadikan Pemilu 2019 sebagai Pemilu yang damai, berkualitas, beradab, dan demokratis. Untuk itu diserukan agar semua pihak dapat menahan diri dari perilaku yang menebar kebencian, permusuhan, dan pertentangan, baik dalam ucapan maupun perbuatan.

“Keempat menyerukan kepada keluarga besar bangsa agar walaupun berbeda pilihan politik namun tetap mengutamakan persaudaraan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa,” tutur Romo Heri.

Kelima, lanjut Romo, IRC menyerukan kepada Peserta Pemilu, Capres-Cawapres, Partai Politik, Caleg beserta Tim Sukses, dan para Pendukungnya agar bersaing secar sehat dan tidak melanggar ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya tentang tidak melakukan kampanye dalam bentuk apapun di rumah ibadah dan lembaga pendidikan.

“Menyerukan kepada segenap penyelenggara, pengawas, petugas pengamanan Pemilu harus bertindak adil, jujur, tegas dalam menjalankan tugas dan fungsi sesuai peranannya masing-masing,” serunya.

Selanjutnya menyerukan kepada semua pihak baik penyelenggara peserta maupun rakyat pemilih dalam Pemilu agar menghindari praktek politik uang. Karena politik uang sangat dihindari semua agama. Terakhir, menyerukan kepada segenap seluruh umat beragama khususnya para pimpinan dan tokoh agama untuk ikut menciptakan suasana aman dan damai ebelum selama dan setelah pemilu berlangsung.

“Serta tidak terhasut ajakan dan ujaran yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa,” ucap Romo Heri

Dalam kesempatan itu turut hadir, Ketua Presidium IRC Din Syamsudin, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi, perwakilan dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Krise Gosal, perwakilan dari PHDI Nyoman Udayana, perwakilan dari Matakin Budi Santoso Tanuwibowo, serta  perwakilan dari Permabudhi, Philip K Widjaja.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id/