Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Minat pria terhadap parfum kian meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Merawat diri tak hanya menjadi monopoli perempuan. Saat ini, ada semakin tinggi pula kesadaran laki-laki untuk merawat diri. Tak heran bila minat terhadap parfum laki-laki pun semakin besar.

“Industri wewangian semakin bertambah besar, khususnya wewangian untuk laki-laki,” ungkap Vice President Commercial Marketing Indonesia and Southeast Asia Oriflame Didier Marlart, dalam peluncuran parfum laki-laki Eclat Style dari Oriflame, di Jakarta, belum lama ini.

Senada dengan Didier, Vice President & Head of Indonesia and South East Asia Oriflame, Fredrik Nilsson, mengungkapkan bahwa parfum menjadi salah satu produk perawatan diri yang diminati laki-laki. Saat ini, tren wewangian yang diminati oleh laki-laki adalah wewangian yang personal.

“Baik dalam tren kosmetik secara umum atau dalam wewangian, orang-orang mencari personalisasi,” ungkap Fredrik.

Artinya, laki-laki tak memiliki patokan khusus dalam memilih wewangian atau parfum. Saat ini, lanjut Fredrik, laki-laki cenderung lebih memilih wewangian yang dinilai sesuai dengan selera dan kepribadian mereka.

“Personalisasi adalah trennya,” jelas Fredrik.

Fredrik menilai munculnya tren personalisasi dalam pemilihan parfum ini didorong oleh keinginan laki-laki untuk menjadi diri sendiri. Melalui parfum, laki-laki ingin menunjukkan sisi uniknya yang berbeda dengan laki-laki lain.

“Benar-benar disesuaikan dan dicocokakan dengan pribadi sendiri,” terang Fredrik.

Hal ini pula yang dirasakan penyanyi Afgansyah Reza ketika memilih parfum. Fragrance ambassador baru dari Oriflame ini juga seringkali memilih parfum berdasarkan aroma yang sesuai dengan seleranya. Afgan juga lebih menyukai parfum yang dapat menonjolkan karakter dirinya.

Dari segi aroma, Afgan lebih menyukai aroma parfum yang segar dan tidak terlalu menyengat. Afgan juga tidak begitu menyukai parfum dengan aroma woody. Dibandingkan parfum beraroma woody, penyanyi 30 tahun ini lebih menyukai parfum dengan aroma floral dalam kadar secukupnya, atau tidak berlebihan.

Akan tetapi, Afgan mengatakan itu hanyalah preferensi dirinya pribadi ketika memilih parfum atau wewangian. Laki-laki lain mungkin memiliki selera yang berbeda dengan dirinya.

“Pilih yang disuka saja, yang mewakili karakter kita. Penting sekali membeli parfum yang cocok dengan kepribadian kita,” jelas Afgan.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -